lusuh, amatir, gak pinter-pinter
lihat, dengar, rasakan

Saturday, April 21, 2012

Pita Merah

Arif Indra Kusuma
April 20, 2012, Bintaro
Samar ketika tiba-tiba terbangun di sebuah taman
Kelopak mata rasanya enggan terbuka
Hingga kudengar pekik lirih dari bibirmu
Manis sekali melihat senyum kecil menyambut

Jari manis pelan kuperhatikan
Pita merah terikat lembut, aku senyum
Gadis kecil genggam jariku, erat
Kau menarikku, kita berkejaran

Di pintu kedamaian, tak sengaja kuantarkan
Dedaunan mulai gugur
Kau melambaikan tangan, kukejar
Masih sempat kusemat
Pita merah waktu itu

Friday, April 20, 2012

Rindu Pak Tua


Arif Indra Kusuma
April 19, 2012, Bintaro
Kayuhan sepeda pelan tak seperti tiga puluh tahun yang lalu. Pundak mulai condong ke depan menahan berat cangkul yang ia bawa. Meski pelan kayuhan tetap bergerak menuju sepetak sawah satu- satunya, yang ia miliki sekarang. Matahari menyapa keriput matanya dengan hangat namun caping coklat menahannya seolah iri bila wajah si empu dielus sinar mentari. Bersama teman-teman seperjuangan, kayuh seolah menjadi ringan, tak terasa bila jarak sudah mencapai lima kilometer.
**
Sudah puluhan tahun Pak Tua tak pernah lagi bertemu dengan kedua anaknya, Manto dan Herman. Kadang sebagai orangtua, Pak Tua dan istrinya, Mak Leka, merasa gagal mendidik anak-anak mereka. Bagaimana tidak? Anak yang sudah susah payah dibesarkannya, sekarang sudah tak peduli lagi dengan keadaan mereka. Untuk sekedar berkirim surat pun sudah tak pernah dilakukan sejak surat terakhir dari Herman lima belas tahun silam.
**

Thursday, April 12, 2012

Aku Pesimis

Arif Indra Kusuma
April 12, 2012 ~ Bintaro
Pejuang dan ayahmu
Asal kalian paham, tak ada bedanya
Peluru tembus kulit robek nadi
Pejuang berpeluh darah korbankan diri
Ayahmu berdarah peluh korbankan diri

Pejuang dan ayahmu
Asal kalian tau, tak ada bedanya
Dianggapnya raga bukan alasan
Semangat jiwa demi yang disayang
Ibu pertiwi dan putra-putri mampu berdiri

Tentu bukan soal tanggung jawab
Hal lain yang lebih berharga
Kebanggaan diri tentang sebuah perjuangan
Perjuangan yang telah diperjuangkan
Memperjuangkanmu!

Ingat saat kau berfoya?
Apa saat itu kau ingat mereka?
Apa kau ingat itu peluh mereka?
Apa kau ingat wajah mereka?
Ah aku mulai pesimis

Sunday, April 8, 2012

Ya, Itu Kamu

Arif Indra Kusuma
April 8, 2012, Bintaro
dulu pernah punya mimpi
kubangun rumah kecil, dengan jendela-jendela kecil mengeliling
pintu besar di depan, gagah menjaga kami
pohon besar di kanan depan pintu, menemani
ya, teduh dan rindang, hijau segar nampaknya
kotak pos ikut menghibur halaman depan

sisi interior, klasik, asik dan tanpa usik
perapian tua dan kursi goyang nampak kompak
tempat santai kala dingin
kucing persia manja, menggoyang-goyang kepala
dia duduk di pangkuanmu, ya pangkuanmu

kehijauan halaman depan, saat hari cerah
tebar tikar, duduk bersama, bercengkerama
aku melihat anak laki-laki nampak gagah
dan di sampingnya ada kamu, ya itu kamu