Arif Indra Kusuma
April 20, 2012, Bintaro
Samar ketika tiba-tiba terbangun di sebuah taman
Kelopak mata rasanya enggan terbuka
Hingga kudengar pekik lirih dari bibirmu
Manis sekali melihat senyum kecil menyambut
Jari manis pelan kuperhatikan
Pita merah terikat lembut, aku senyum
Gadis kecil genggam jariku, erat
Kau menarikku, kita berkejaran
Di pintu kedamaian, tak sengaja kuantarkan
Dedaunan mulai gugur
Kau melambaikan tangan, kukejar
Masih sempat kusemat
Pita merah waktu itu
