lusuh, amatir, gak pinter-pinter
lihat, dengar, rasakan

Sunday, November 4, 2012

The Last Song [X-Japan]
Composed by Yoshiki

Watching the stars till they're gone
Like an actor all alone 
Who never knew the story he was in
Who never knew the story ends
Like the sky reflecting my heart
All the color become visible
When the morning begins
I'll read the last line

Thursday, May 31, 2012

Lonely Pencil

"Hey, I'm standing alone"

Wednesday, May 30, 2012

(Harusnya) Malu Pada-Mu

Arif Indra Kusuma
May 30, 2012, Bintaro
Kembara tanpa batas, aku memulai hidup
Dunia luas, kejam tanpa tutup
Tiada Engkau, tiada aku
Aku kotor, tanpa kilap, dan usang
Oksidasi berlebih, ampuni hamba Tuhan

Kapok, ulang, kapok, ulang
Sungguh kadang merasa tak pantas
Engkau terlalu baik, Mahabaik
Ar-Rahman Ar-Rahiim
Malu aku ya Allah, berkahi hamba Tuhan

Saturday, April 21, 2012

Pita Merah

Arif Indra Kusuma
April 20, 2012, Bintaro
Samar ketika tiba-tiba terbangun di sebuah taman
Kelopak mata rasanya enggan terbuka
Hingga kudengar pekik lirih dari bibirmu
Manis sekali melihat senyum kecil menyambut

Jari manis pelan kuperhatikan
Pita merah terikat lembut, aku senyum
Gadis kecil genggam jariku, erat
Kau menarikku, kita berkejaran

Di pintu kedamaian, tak sengaja kuantarkan
Dedaunan mulai gugur
Kau melambaikan tangan, kukejar
Masih sempat kusemat
Pita merah waktu itu

Friday, April 20, 2012

Rindu Pak Tua


Arif Indra Kusuma
April 19, 2012, Bintaro
Kayuhan sepeda pelan tak seperti tiga puluh tahun yang lalu. Pundak mulai condong ke depan menahan berat cangkul yang ia bawa. Meski pelan kayuhan tetap bergerak menuju sepetak sawah satu- satunya, yang ia miliki sekarang. Matahari menyapa keriput matanya dengan hangat namun caping coklat menahannya seolah iri bila wajah si empu dielus sinar mentari. Bersama teman-teman seperjuangan, kayuh seolah menjadi ringan, tak terasa bila jarak sudah mencapai lima kilometer.
**
Sudah puluhan tahun Pak Tua tak pernah lagi bertemu dengan kedua anaknya, Manto dan Herman. Kadang sebagai orangtua, Pak Tua dan istrinya, Mak Leka, merasa gagal mendidik anak-anak mereka. Bagaimana tidak? Anak yang sudah susah payah dibesarkannya, sekarang sudah tak peduli lagi dengan keadaan mereka. Untuk sekedar berkirim surat pun sudah tak pernah dilakukan sejak surat terakhir dari Herman lima belas tahun silam.
**

Thursday, April 12, 2012

Aku Pesimis

Arif Indra Kusuma
April 12, 2012 ~ Bintaro
Pejuang dan ayahmu
Asal kalian paham, tak ada bedanya
Peluru tembus kulit robek nadi
Pejuang berpeluh darah korbankan diri
Ayahmu berdarah peluh korbankan diri

Pejuang dan ayahmu
Asal kalian tau, tak ada bedanya
Dianggapnya raga bukan alasan
Semangat jiwa demi yang disayang
Ibu pertiwi dan putra-putri mampu berdiri

Tentu bukan soal tanggung jawab
Hal lain yang lebih berharga
Kebanggaan diri tentang sebuah perjuangan
Perjuangan yang telah diperjuangkan
Memperjuangkanmu!

Ingat saat kau berfoya?
Apa saat itu kau ingat mereka?
Apa kau ingat itu peluh mereka?
Apa kau ingat wajah mereka?
Ah aku mulai pesimis

Sunday, April 8, 2012

Ya, Itu Kamu

Arif Indra Kusuma
April 8, 2012, Bintaro
dulu pernah punya mimpi
kubangun rumah kecil, dengan jendela-jendela kecil mengeliling
pintu besar di depan, gagah menjaga kami
pohon besar di kanan depan pintu, menemani
ya, teduh dan rindang, hijau segar nampaknya
kotak pos ikut menghibur halaman depan

sisi interior, klasik, asik dan tanpa usik
perapian tua dan kursi goyang nampak kompak
tempat santai kala dingin
kucing persia manja, menggoyang-goyang kepala
dia duduk di pangkuanmu, ya pangkuanmu

kehijauan halaman depan, saat hari cerah
tebar tikar, duduk bersama, bercengkerama
aku melihat anak laki-laki nampak gagah
dan di sampingnya ada kamu, ya itu kamu

Wednesday, March 21, 2012

Gumam Patah Hati

Arif Indra Kusuma
March 17, 2012, Pulau Tidung
tivi gila
perlu lidi biar bisa nyala
antena culun tak kuasa
tampilkan gambar tanpa semut
aku gila ingat dia
ganti antena dengan parabola
nista, dusta

kipas ikut gila
saklar melingkar tak buatnya berputar
aku gila ingat dia
kipas tersia-sia
katanya inverter lebih dingin
mampus kau tak dihirau
kasian kau, kasian aku
bukan dingin lagi, tapi beku

jam juga gila
sok muter tapi kok killer
dikira tujuh malah sembilan
mampus aku lupa
lupa waktu lupa semuanya
lupa kamu lupa cintaku
aku gila ingat dia
lihatku di angka dua

Aku Baru

Arif Indra Kusuma
March 17, 2012, Kapal xxx
sendirian, menepikan
menepiskan kerinduan
kokoh namun rapuh
perahu rindu hilang perlahan

kabut tebal beriring
benteng hati tak goyah tegaskan
seorang yang pernah hilang
tersekap di dalam

awan gelap menakuti
semangat ombak tak gentar
tak membenci tak menjauh
garis indah dari Sang Kuasa
yang kadang nanar, sekilas

terpa buai, sirna
sorot lampu mercu
tatapan biru baru
tepian asing luas hijau
labuh rindu bagaikan lalu
dulu hilang masuk lubang

Re:Born

bangkit kembali setelah sekian lama terpuruk..hahaha
karena banyak kendala, jadi gak keurus ini blog.
gak ada juga kan yang ngunjungi? hehe
RE:BORN
saya akan beralih, dan saya baru belajar bikin tulisan-tulisan seenaknya.
menurut saya itu asik, bisa nyindir dan lain-lain.
yang penting bisa buat isi-isi blog.
namanya juga baru belajar, maklum kalau jelek..haha
komen juga boleh kok :D